Senin, 08 Februari 2010

Teori Dasar warna

Apakah warna itu ?

Color is a visual sensation that involves three elements: a light source, an object, a viewer.

Dalam bahasa Indonesia, warna merupakan fenomena yang terjadi karena adanya tiga unsur yaitu Cahaya, Objek dan Observer (dapat berupa mata kita ataupun alat ukur).

Didalam ruang yang gelap dimana tidak ada cahaya, kita tidak bisa mengenali warna. Demikian juga jika kita menutup mata, maka kita tidak dapat melihat warna suatu objek, sekalipun ada cahaya. Begitu juga halnya bila tidak ada suatu objek yang kita lihat maka kitapun tidak bisa mengenali warna

 

Cahaya

Cahaya yang kita lihat melalui mata kita sekarang sebenarnya merupakan bagian dari spectrum gelombang elektromagnetik. Seberapa terangnya cahaya dinyatakan dalam Color Temperature dengan satuan derajat Kelvin. Standard International menyatakan cahaya putih dengan angka 5000 derajat Kelvin (D50). Semakin tinggi nilai color temperature warna akan menghasilkan warna Bluish (kebiruan) dan semakin rendah nilai color temperaturnya akan menghasilkan warna yellowish (kekuningan). Sumber cahaya yang berbeda tentu akan memberikan warna yang berbeda pula terhadap objek yang kita lihat. Berapa sumber cahaya yang ada disekitar kita antara lain sinar matahari, lampu bohlam, lampu TL, atau lampu khusus lainya.

 

Objek / Benda

Objek hanya memantulkan, meneruskan atau menyerap cahaya yang datang mengenainya. Objek dipengaruhi oleh bahan pembentuknya maupun permukaan objek tersebut seperti mengkilap, doft, plastik, metal, textil, cat metalik dan sebagainya.

 

Observer / pengamat

Untuk melihat suatu warna, tentu harus ada mata. Mata sebagai panca indera mempunyai struktur yang begitu unik dan kompleks didalamnya. Ada retina, puplis dan receptor serta komponen lainnya. Panjang gelombang yang diterima oleh mata selanjutnya diteruskan keotak manusia sebagai memori dan diberi deskripsi.

Namun demikian mata manusia sangat bersifat subjektif. Sebuah warna objek yang sama dapat memberikan persepsi warna yang berbeda bagi setiap orang. Hal-hal yang mempengaruhi persepsi seseorang, perbedaan emosional (stress, jatuh cinta, lelah, marah, dan sebagainya), besar kecil suatu objek, dan juga sudut pandang.

 

Alat Ukur

Alat ukur yang biasa digunakan untuk melihat dan mengukur warna yaitu spectrophotometer dan colorimeter. Alat ukur tersebut bersifat objektif dalam melihat warna. Warna merah yang menjadi bakground sebuah produk packaging akan lebih konsisten hasilnya bila menilai warna merah tersebut dengan alat spectrophotometer dibanding dengan mata manusia. Terutama bila menyangkut warna produk packaging, konsistensi warna sangatlah dibutuhkan dan penggunaan alat ukur merupakan kebutuhan mendasar.

 

Metamarisme

Metamarisme adalah suatu efek dimana dua buah benda Nampak sama bila disinari olah cahaya tertentu, namun terlihat berbeda bila disinari cahaya lainya. Hal ini biasanya berhubungan dengan jenis piqment dan material benda tersebut.

 

Lingkaran Warna

Dalam pembagian warna, kita menggunakan lingkaran warna (color wheel). Warna warna dalam lingkaran warna terdiri atas tiga bagian yaitu :

1.     Warna Primer terdiri atas warna merah, kuning dan biru. Warna primer merupakan warna dasar dalam lingkaran warna.

2.     Warna Sekunder terdiri dari orange, hijau dan ungu. Warna sekunder merupakan pencampuran dua warna primer dengan perbandingan yang sama. Warna hijau merupakan pencampuran warna biru dan kuning, sedangkan warna ungu adalah pencampuran antara warna merah dan biru.

3.     Warna Tersier merupakan pencampuran antara warna primer dan sekunder disebelahnya dengan perbadingan yang sama. Warna tersier unik dan cantik, seperti warna hijau limau (lime green) dihasilkan dari campuran warna hijau dan kuning. Ada warna hijau toska dihasilkan dari campuran hijau dan biru. Warna Indigo dihasilkan dari campuran ungu dan biru.

Dalam proses pencampuran warna yang diterapkan dalam peralatan atau perangkat input maupun output, kita mengenal ada 2 macam cara yaitu : pencampuran additive dan warna subtractive.

 

Warna Additive

Pencampuran warna additive adalah pencampuran warna primer cahaya yang terdiri atas warna red, green dan blue dimana pencampuran ketiga warna primer dengan jumlah yang sama akan menghasilkan warna putih.

Kombinasi antara dua warna primer akan menghasilkan warna sekunder. Warna sekunder tersebut yaitu : Cyan (gabungan warna green dan blue) dan yellow (gabungan warna red dan green). Prinsip pencampuran warna additive diterapkan pada monitor, TV, video, Scanner dan lain-lain.

 

Warna Subtractive

Warna subtractive adalah warna sekunder dari warna additive, namun secara material warna subtractive berbeda dengan warna additive. Warna additive dibentuk dari cahaya, sedangkan warna subtractive dibentuk dari pigment warna yang bersifat transparan. Tinta cetak adalah contoh dari pencampuran warna subtractive. Warna subtractive terdiri atas Cyan, Magenta dan Yellow. Secara teori pencampuran warna subtractive akan menghasilkan warna hitam, tetapi kenyataan dilapangan adalah warna coklat tua (karena keterbatasan pigment tinta cetak), oleh sebab itu ditambahkan warna hitam (black dinyatakan dengan symbol K berasal dari kata Key) untuk menambahkan kepekatannya. Saai ini warna CMYK menjadi warna standard dalam prose’s cetak separasi warna di industri Grafika.

 

Model warna

Model warna merupakan suatu metode untuk menjelaskan metode pembentukan warna. Pada Adobe Potoshop, ada beberapa model warna yang disediakan, antara lain : RGB, CMYK, LAB dan Grayscale. Setiap pilihan model warna akan menentukan jenis output dan jenis koreksi warna yang dilakukan. Gambar yang diolah untuk website akan menggunakan model warna RGB, sementara gambar yang diolah untuk cetak offset akan menggunakan model warna CMYK.

 

RGB

Model warna RGB menggunakan 3 channel yakni Red, Green dan Blue dalam mereproduksi warna. Digital camera, scanner, monitor, TV adalah contoh peralatan yang bekerja secara RGB. Gambar dalam bentuk RGB bekerja dengan 24 bit dimana tiap channel warna (R,G,B) mengandung 8 bit. Desainer pada umumnya mendesain, menscan dan manipulasi gambar dengan menggunakan format RGB, namun jika desain tersebut akan dicetak makah harus di convert ke CMYK, untuk memastikan warna di monitor sama dengan hasil output maka desainer harus mengkalibrasi peralatan yang mereka gunakan.

 

CMYK

Model warna CMYK menggunakan 4 channel yakni Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Tinta cetak, toner printer adalah contoh peralatan yang bekerja secara CMYK. Tampilan warna di monitor yang menggunakan model CMYK berbeda dengan model RGB, dimana hasilnya warna CMYK lebih redup dibandingkan dengan RGB, hal ini dikarenakan perbedaan color gamut / colorspace antara RGB (monitor) & CMYK (cetak offset)

 

LAB

Model Lab merupakan model warna tiga dimensi yang terdiri atas L = Lightness, a = jangkauan warna dari blue-yellow.  Lightness menandakan terang atau gelap, sementara a* dan b* adalah koordinat chromaticity yaitu menunjuk kepada derajat intensitas warna. Satuan Lab dibuat oleh badan internasional (CIE) pada tahun 1976 dengan tujuan agar ada satu standartd warna yang bisa membantu komunikasi warna dari berbagai peralatan yang berbeda.

Model warna Lab memiliki colorspace/gamut paling besar dan banyak digunakan dalam penyimpanan data gambar dari Photo disk. Selain itu Lab merupakan standard pengukuran warna dalam Color Management System dan pengukuran warna dengan spectrophotometer.

 

Karakteristik warna dinyatakan dalam istilah HSL (Hue, Saturation, Lightness)

Hue – Merah, kuning, hijau, biru, … Apel berwarna merah, lemon berwarna kuning, langit berwarna biru; itulah pengertian kita sehari-hari tentang warna. Hue adalah istilah yang dipakai dalam dunia warna untuk klasifikasi merah, kuning biru, dll.

Saturation atau Chroma – warna jelas, warna buram

Saturation adalah derajat intensitas suatu warna. Semakin tinggi nilai saturasinya maka warnanya semakin colorfull, semakin rendah nilai saturasinya gambar semakin menuju keabu-abu atau semakin pudar warnanya.

Ligtness-Warna terang, warna gelap

Ligtness adalah nilai terang gelapnya suatu warna. Berdasarkan perbandingan lightness-nya gambar sering dinyatakan seberapa terang atau gelap.

 

Gamut warna

Gamut warna adalah batasan warna yang mampu dihasilkan oleh suatu peralatan. Nama lain dari gamut warna adalah colorspace atau ruang warna. Monitor yang bekerja dengan RGB mempunyai gamut yang lebih besar dari mesin cetak offset yang bekerja dengan CMYK. Besar kecilnya gamut dari tiap peralatan inilah yang menjadi salah satu factor perbedaan warna antara monitor dan hasil cetak. Untuk melihat besar kecilnya gamut warna adalah dengan menggunakan software Color Management. Macintosh dengan operating system X keatas juga menyediakan fasilitas melihat besar kecil gamut warna yaitu di Harddisk / Utility / Colorsync.

 

Warna Spot & Warna Proses

Warna Spot atau warna spesial adalah warna tunggal dan solid yang digunakan dalam mereproduksi suatu warna. Pada umumnya warna spot dikomunikasikan deng

an menggunakan Pantone Chart, yang merupakan standard Internasional.

Warna Proses adalah warna campuran yang terdiri atas : Cyan, Magenta, Yellow dan Black atau sering disingkat CMYK. Warna prose’s ini merupakan warna standard atau warna dasar dalam produksi cetak.

 Beberapa alasan lain mengapa kita menggunakan warna spot adalah :

1.     Ingin mendapatkan warna-warna yang lebih terang atau yang tidak dapat dicapai oleh warna prose’s.

2.     Sebagai “Brand color” atau identitas produk perusahaan.

3.     Sebagai security / keamanan agar produk kita tidak mudah di bajak.

4.    Menghemat biaya, penggunaan warna spot dapat menjadikan alternatife dalam menghemat biasa.


2 komentar:

teguh sulistya mengatakan...

saya pernah dengan mengenai standar warna yang dilambangkan dengan L, A, B
apa ya itu mas?
ketertelusuran pengukuran

Haris Yudianto mengatakan...

saya heran kenapa warna ciyan 100 dan magenta 100 jadi warna unggu yah?

Poskan Komentar